Sesuatu terjadi dari apa yang tak terduga sebelumnya. Aku tak tahu bagaimana menjelaskannya. Sesuatu yang membuatku resah dan gelisah.

Hujan telah pergi dari atas angkasa sana. Bukan rayuan, bukan sapaan. Satu baris rangkaian kata terdengar olehku dari ucapan seorang sahabat. Dia tampak lebih aneh dari biasanya. Atau itu hanya karena aku tak sering memperhatikannya.

Bosan dengan semua ini. Di lain hari, aku memutuskan untuk pergi jalan-jalan dan ber-refreshing-ria ke tempat yang direkomendasikan salah satu teman. Kali ini aku pergi sendiri dan tak mengajak sahabatku. Seharian beberes rumah, tugas kuliah, dan berencana jualan koran? Penat, pusing, ingin pecah kepalaku.

Wuih. Setelah perjalanan beberapa menit, akhirnya sampai juga di depan pintu gerbang masuknya bukit Si Kunir. Tempat rekreasi di Wonosobo yang seru untuk melihat sunset ataupun sunrise. Kalau berkemah di sini juga mengasyikan. Aku sih gak dulu deh.

Ternyata dari pintu masuk ke puncaknya, lumayan jauh. Sekitar 10-15 menit jalan kaki. Setelah sampai puncak. Terlihat jelas Gunung Sindoro, di belakangnya Gunung Sumbing mengintip dari kejauhan. Di bawahnya hamparan rumah pedesaan. Aroma udara dataran tinggi. Terik matahari membasahi keringat. Terpuaskan oleh keagungan alam Sang Pencipta.

(Repost 12 Juni 2011)